Postingan

Cerita Dari Jagakarsa

Dua Minggu yang lalu sudah kulalui di kontrakan Wisma era bersama 15 teman yang lainnya. berangkat kuliah pagi pukul 08.00 yang seringnya telat karena menunggu teman yang belum bangun. Pulang kuliah sekitar pukul 3 sore dengan dosen yang baru kita kenal dengan mata kuliah yang baru ku kenal pula. Pada awal di sini, ku belum memiliki checklist perjalanan kemanapun semua serba dadakan. justru hal itulah yang membuat menarik dan terjadi, walaupun banyak kekurangan.  Aku melakukan perjalanan selain kuliah. Minggu Pertama. yang pertama perjalanan menuju kubah emas Dian Al-Mahri di depok. Pulang kuliah pukul 3 sore, aku bersama 3 orang teman. Naik angkot nomor 128 biru di depan kampus yang menuju ke stasiun KRL di depan Universitas Pancasila. Masuk stasiun dan melihat informasi di dinding, membeli tiket baru pertama seharga Rp 13.000 (Rp 10.000 uang jaminan, Rp 3.000 tiket berangkat / tergantung jurusan, + Rp 1000) menuju stasiun Depok Baru. Mencari Angkot menuju no 03 tujuan De...

KEPUTUSAN BUKAN SEPIHAK

Note: Kamis,04 Mei 2017 di kos gang kuning Margoyoso No.33, Tembalang, Semarang “Perasaan dalam menulis kala itu, setelah memberitahukan kepada salah seorang dan mulai pikiran untuk memutuskan memberitahukan kepada semuanya mengenai hal ini secara kepala dingin dan bijaksana yang disarankan oleh orangtua. Jangan gegabah.” Pengambilan keputusan yang seharusnya aku tak tahu bagaimana alurnya yang sesuai dengan aturan yang secara tersirat. Bukannya aku ingin untuk lari dari berbagai masalah ini, tapi aku bukanlah tipikal orang yang akan konsentrasi akan berbagai macam masalah dalam satu pikiran. Aku berusaha untuk netral akan pengambilan keputusan ini, tak ada sangkut paut yang aku kaitkan dalam pengambilan ini. Mungkin kata maaf takkan sanggup untuk menahan rasa sakit yang kalian rasakan dikarenakan pengambilan keputusan ini. Ku memutuskan sudah berdasarkan berbagai pihak dan kalangan. Dari kalangan dosen yang ada sangkut pautnya (kepribadian),alumni yang mungkin bagiku takkan...

Cara Membuat Seblak Sederhana

Bumbu-bumbu: -           Bawang merah 3 Siung besar -           Bawang putih 5 siung besar -           Kencur 1 ruas runcing -           Cabai rawit 10 buah (bagi yang suka pedas) -           Lombok Merah 5 buah (bagi yang suka pedas) -           Lada secukupnya -           Gula secukupnya -           Garam secukupnya Bahan kering: -           Kerupuk (warnawarni yang kecil/ kerupuk kuning kecil/ kerupuk instant) direbus hampir matang. -           Mie kuning/ mie telur ( 1 bungkus sedang) -     ...

Cara Membuat Pie Susu dengan Dua Sensasi Berbeda

Bahan I (Kulit): -           Tepung terigu 250gram, di saring agar halus -           Margarin cair  25 gram (1 sachet instanst kecil) -           Air es 5 sendok makan Bahan II (Fla/Isi): -           3 butir kuning telur -           Tepung maizena 1 sendok makan dilarutkan -           Susu kental manis 1/3 kaleng (putih atau cokelat) -           Vanili bubuk ½ sachet instant -           Air matang 75 mililiter Cara Memasak: 1.       Bahan pertama dicampurkan jadi satu, kemudian diaduk secara merata hingga kalis. Kemudian adonan dibagi menjadi dua, masing-masing pipihkan adon...

Jalan yang berlalu..

Malam ini ntah kenapa ku teringat yang dahulu padahap baru saja beberapa bulan berlalu, kalian adik2ku bukan mantan adikku.. Ku teringat, saat kalian berdiri dan memberanikan diri tegapkan diri.. Bersama kalianlah ku kuat, saat dulu.. Saat sekarang ku bertolak belakang, dan sudah menjauhi memory2 dahulu.. Aku gak akan minta maaf ke kalian, karena aku tak salah.. Kalian jangan minta maaf ke aku, karena kalian tidak bersalah kepadaku.. Tapi kalian sudah membuat hatiku lebur dan tak lagi patah tapi pecah.. Sudahlah mari kita lupakan sama2 apa yang kita anggap benar menjadi sebuah pengalaman hidup yang pernah terjadi.. Luapkan segera dan lupakan segera.. Salam taipeng..

Ekspetasi tak realistis

yang sekarang, apa yang ada di ekspetasi ku hanyalah khayalan semata.. ku ingin terbang jauh nan bebas mengeksplor diri yang selama ini masih tertahan di dinginnya penjara ini.. mungkin banyak kata2 yang aku pikir dan belum aku utarakan.. karena tidak ada yang mau mendengarkan.. aku memanglah egois, bukanlah kemauanku tapi ini paksaanmu.. yang selama ini kudambakan akan menjadi angin lalu di cerita masa depanku.. bukan hayati yang merasa lelah tapi mencoba berdiri tapi tetaplah gagal untuk saat ini.. file hilang dalam tumpukan yang banyak... katanya.. #anonymous

Bagian dari Khayalanku..

Pemudi yang berusaha mengentaskan diri dari lingkup lingkaran keluarga yang begitu hangat bukanlah hal yang mudah dan tidak begitu susah pula. Jika kau yang memiliki gejolak untuk menemukan jatidiri serta identitas diri dalam ragamu, maka masa-masa kuliah diluar kota merupakan salah satunya cara yang bisa membawamu ke pelataran  anak kos dan pengenalan mengenai cara bagaimana hidup sendiri entah mencari makan ataupun mencari kegiatan yang bermanfaat yang sesuai denggan bidang yang sudah masuk dalam list selama lepas sementara dari orang tua yang  memberikan berbagai kenyamanan serta kemudahan bagi anak-anaknya selama dirumah.    Merupakan aku yang keluar dari kebahagiaan yang tak terhingga bersama mereka keluargaku, hingga keluar seperti ulat yang ingin mengepakkan sayapnya sebagai kupu-kupu yang indah berkeliaran di indahnya taman dan perkebunan penuh dengan keharuman memanggil-manggil supaya aku datang menjemput dan mengambil serbuk sari yang akan membuat bunga b...

Pertama kali Nyemarang Malam2

Hari Rabu malam hari raya Idhul Adha pertama jauh dari orang tua di Semarang. Pada malam itu, aku diajak teman asli Semarang ke rumahnya. Hal tersebut tidak direncanakan sama sekali sebelum-sebelumnya, saat itu sepulang dari kuliah sore dan menanti beberapa teman untuk membahas mengenai sesuatu tapi ternyata mereka yang sudah membuat janji pada tidak bisa datang karena berbagai alasan seperti pulang ke halaman tercinta untuk berlebaran pada keeseokan harinya.  Akhirnya kami memutuskan untuk pergi jalan-jalan dan yang pertama pergi ke rumahnya, sesampainya disana aku disambut hangat oleh keluarganya, aku di suguhi makan untuk berbuka puasa dan sholat maghrib dan setelah itu kami memutuskan pergi keluar. Pertama kali kami menuju ke kantor kosmetik yaitu pekerjaan sampingan temanku, sesampainya disana ternyata sudah tutup. Karena melihat dia kecewa,akhirnya aku meminta dia untuk mengantarku keliling sebelum pulang. Saat menuju ke kantornya, kami melewati gedung tua lawang sewu y...

Pengalaman Awal Pindah ke Kos

Hari pertama datang ke kosbaru tepatnya Rabu siang kemarin aku memutuskan untuk pindah ke kos. Mungkin awalnya aku ragu untuk pindah sekarang karena aku sudah berfikir pasti disini bakal bosen, tapi itu tidak terjadi padaku di hari pertama. Di hari pertamaku, aku diantar keluargaku ke tempat kosku di Semarang. Aku dan ayahku naik motor karena aku berfikir di sana (Semarang) bakal keliling2 mencari kebutuhan dan itu memang kurasakan kemarin, sedangkan barang-barangku dibawa oleh mobil sewaan bersama ibu dan kedua nenekku. Sesampainya disana, ternyata masih sepi, pada masih liburan karena memang awal masuk kuliah pada bulan september, sedangkan aku datang pada tanggal-tanggal akhirdi bulan Agustus. Kami memasuki gerbang dan bertemu penjaga kos, kemudian diajaklah kami ke kamar yg telah dipesan. Pertama membuka masih kotor karena kami datang mendadak dan belum menghubungi pihak kos, tapi karena penjaga kos perhatian, akhirnya dibersihkanlah kamarku. Setelah bersih, dibawalah barang-ba...

Aku MENCONTEK

Ini merupakan sebuah keluhan dari seorang temanku dari sekolah yang berbeda mengenai ulangan yang dia lakasanakan. Mengapa di zaman sekarang, mencontek merupakan hal yang sungguh biasa saja, bahkan telah menjadi kebiasaan bagi kalangan remaja yang masih sekolah. Aku sebagai salah satu siswi yang masih mengikuti ulangan di setiap semester dan mengakui mengikuti kebiasaan buruk tersebut.Sebelumnya disaat aku mengawali masuk sekolah tersebut, aku sama sekali tidak berani mencontek bahkan membawa kertas contekan maupun hp ke dalam ruangan saat ulangan dilaksanakan. Tapi semenjak aku menduduki kelas dua, mungkin karena lingkungan kelasku yang "klowor" membuatku menjadi siswi yang rada "klowor" juga, yang berani mencontek dan bertanya kepada teman disaat ulangan, tapi aku masih gak berani dan berusaha tidak membawa contekan bahkan hp ke dalam ruangan saat ulangan. Aku bete banget sama teman-temanku yang membawa contekan atau hp tersebut. Mereka bisa melihat cata...

---Kepasrahan dan Keberusahaan Seorang Hamba--

Dalam hidup belum tentu pasti Hidup tak harus bermaksud mencari perhatian Iya benar hidup ada di tangan Tuhan janganlah kamu merendah untuk kepalsuan hati yang tak datang untukmu Sejujurnya hidupmu sangat indah bila kau khayati Melihat sejauh mana kau bisa mencapai, dan menyayangi dirimu Tuhan Sungguh Sempurna Dengan tangan-Nya, kau bisa bahagia maupun bisa terjatuh bukan hanya harta, tapi “perputaran” hatimu di pelukan-Nya “Tinggikan” hatimu saat kau terpuruk, fahami dan saringlah... Rendahkan hatimu, saat kau di tiang tertinggi bagimu.. Kehidupan harus dijalani, bukan hanya di lihat dengan tatapan kosong dan kosong... Lari.. Lari... dan Lari... Janganlah kamu terdiam untuk berusaha terbang, karena itu ekspetasi yang tak berbentuk... Puisi sebenarnya ada di atas dan tengah dari dirimu sebagai ciptaan Tuhan paling sempurna.. Hidup bukan untuk bergantung tapi bertolong-tolong dan pemenuhan akal dan batin... serta nafsu akhirat, bukan nafsu dunia yang ...

Kelunturan Rasa Sahabat di Sebuah Pertemuan

Tanggal: Tiga belas April tahun Empat belas Guys, ini diaryku... Kemarin aku jalan-jalan dengan teman-temanku di salah satu supermall di kota kelahiranku. Sebelum aku berangkat, aku berekspetasi dan merasakan bahagia karena bisa bertemu sahabat-sahabatku yang aku sayang dengan humorisnya mereka yang dulu pernah mereka tunjukkan kepadaku. Ternyata semua khayalanku hanya ekspetasi semata. Awal bertemu memang terasa terpuaskan dan menggembirakan karena rasa rinduku telah terobati, tapi itu cuma sebatas awal saja. Kemudian, kita mulai  jalan menyusuri setiap sudut suatu mall dengan berjalan yang diawali di sekitar bioskop. Mulanya si N mengajak kami menonton tapi karena aku ingat aku sedang tidak membawa uang lebih, aku beralasan minta di traktir itupun gak digubriskan oleh dia. Kemudian kami berjalan ke toko buku di lantai paling atas dengan tertawa, karena jenuh kami turun dan mondar-mandir dilantai satu dengan tertawa ria bersama, yang diakhiri dengan membeli es kri...

Menyamar Demi Sang Kekasih

"Ayah, apakah dia tidak bisa tinggal disini tyus?" tanya polos anak kecil usia tiga tahun. "Kelak kalian akan bertemu hingga kautak mengenalnya lagi, tapi sekarang biarlah dia mandiri dalam hidup bersama orangtuanya" Jawab ayah tegas.                              ---------- 10 tahun berlalu ---------- Kamar seorang perempuan dengan dentuman musik yang keras. " Nak, pelankan.. Ibu sedang sakit kepala" Perintah Wanita tua. " Apa nek? Sina kurang dengar" Goda sang cucu. Masuklah nenek ke kamar Sina, Terburu-buru Sina sang cucu berlari kearah sang nenek. Muuuaaaach "Sina sayang nenek, hehe" Bisiknya.                      "Aduh cucu nenek kok semakin nakal sich" Jawab sembari tersenyum bahagia. Keesokan paginya sang cucu siap berangkat. Sina panggilannya, berpamitan langsung ber...

Malam Terjang (Mimpi Buruk)

Badan lelah memeluk ranjang Nyamankan semua untuk kesegaran Fisik nan fikiran tidur sejenak Pejamkan mata jernihkan hati Tetapi.. Semua tak kurasa indah Malam-malam terasa buruk Berhari-hari tak tentramkan hati Tidur bak berlari tujuh lapangan sepak bola Pedih, perih, tertatih kumerakannya Cucuran keringat menyelimuti kulitku Takut,takut semakin takut aliranku Tidur serasa peramal masa depan yang akhirnya akan terjadi juga Kerlipan mata tak sebinar dulu Dag dig dug dag dig dug Degupan kencang jantung yang tak lancar Badan tak sekuat sebelum itu terjadi Lunglai lemas lesu sekarang terasa Resah gelisah menyebar di hari-hariku Saat akan berulang hati terkunci rasa takut Niatku dan fikiranku tak teratur lagi Capek aku merasakannya Terbawa-bawa ke alam nyataku Do'a ku panjatkan kepada Tuhan Semoga setiap ku pejamkankannya Ku tak bermimpi tapi nyenyak pejamkannya Semoga terkabul...

Perjalanan Penaku

Sahabatku pena.. Membawacerita penuh makna Tertuang junjungan hati masa-masa Masa lalu, sekarang, dan masa depan serta masa kekal nanti pengharapanku.. Pena.. Kau menuntunku berjalan yang meninggalkan jejak Kata-kata dan karya yang tak berbentuk lainnya tak mudah sirna dipandang saja.. Pudarlah kau jika menangis Rusaklah kau jika kecewa Sedihlah kau jika di tinggal dengan sengaja Rahasia pribadimu dalam suci pikiran dan batinmu Lembut sedunya kau karena bahagia senyummu Semakin kau merasa semakin kau disayangi mereka Kau megisi lembaran-lembaran bersih hingga penuh Menghasilkan berbagai karya dari curahanmu Janganlah kita merusaknya bahkan menyayatnya Karena dia sangatlah rapuh lebih rapuh dari sebuah batang kayu santapan rayap Dia akan sakit bahkan dia akan mati hingga musnahlah dia dari perjalanan kita

Malam Ku Menangis

Teringat dendangan hati Terkacau akan panas yang membara Berkobar dalam kegelapan hati Tak tentram tak sunyi Dingin dalam hati pun tak jua beku Samudera membelah api pun tak padam Tulang mencair dalam kepadatan Putih sejenak hitam nan merah Sekejap ku ratapi duniaku perjalanan apapun yang pernah ku alami Deras terjunnya air di bening-bening mata hingga kering meronta takkan keluar Jauh ku melangkah sejenak ku berhenti Tanpa tujuan ku katakan semua Kepada orang yang menyakitiku dengan perasaanku.. serta kepada sang Maha Tahu tapiku tak tahu.. bagaimana caranya.. Sungguh indah malam sebelumnya Sebelum krakatau menyemburkan pikirannya Alasannya, tak pernah ku tahui Meski jarum bertahan horizontal dalam hatiku Beribu waktu telah ku lalui Kapan indahnya kan menjemputku Kebahagiaan ku menantimu.. Uraian kata hatiku berucap.. Dalam buing-buing benang cinta.. Syahdu merindu merasakannya..

Karya Semu

Menulis Menggerakkan dan berdendang itulah arti yang baru ku tahui Mata merasakan getarnya sinar Hati melihat jiwa bergelora Mulai ku merasakannya... Kita bersama menciptakan bukan menciptakan tapi.. menghasilkan sedikit karya.. terpusatkan dari otak Terbudak di alat yang telah tersedia Titik ialah awal dari "menghidupkan" Semua bersumber dari titik Segala arah menantang kita dan bertumpu pada bemacam-macam titik Titik ialah awal sebuah karya Karya yang indah nan menakjubkan Tanpa sebuah karya hidup sepi Dengan semangat berkarya, setiap orang berkreatifitas untuk KARYA

My Little Diary

Sahabat atau Pacar      Suatu hari setelah ujian nasional SMP, aku iseng-iseng minta nomor pacarnya temanku. Mengapa aku lakukan demikian, karena setiap temanku curhat dia selalu mengeluh tentang pacarnya. Temanku bernama Dina dan sang pacar bernama Rino, sedangkan namaku ialah Nia.      Awal-awalnya hanya iseng belaka aku tanya-tanya tentang hubungan mereka ke Rino, semakin lama tiba-tiba dia nyatakan cinta ke aku. Aku kaget setengah mati (cieeh mati-matian) karena dia masih berstatus pacaran dengan sahabatku Dina tapi malah nembak aku. Karena keisenganku dan penasaranku, aku terima aja dia.         Awal pacaran sih  aku belum ngerasa suka ataupun cinta karena dia orangnya cuek banget, tapi lama kelamaan aku menjadi suka bahkan sayang sama dia.      Sesaat aku termenung, tiba-tiba aku mikirin dia apakah dia benar-benar ada atau hanya temanku yang menyamar jadi cowok untuk bal...

KAU

Sesaat bahagia, sedih keseringan Kau datang memberikanku bahagia meski hanya sesaat.. Canda tawa dan senyuman bahagiamu adalah harapanku Kerelaanlah yang memaksa hatiku memberimu bahagia.. Melihatmu, Rinduku terbalaskan Mendengar suaramu, sayup hati terucap Belaian tanganmu sesaat, selembut kain sutera Empat matamu pancarkan cemerlang hidupmu Tipis merah meronamu, manis lebih dari gula Ketinggianmu bak menara Eiffel nan romantis Humorismu buat geli-geli hatiku Sayang, Sayang, beribu sayang.. Bayangan semu yang itu aku, bagimu sekarang Karena kau tak pernah mencari bayangan itu Sedih hatiku, sedih...